
Waktu liburan semester ganjil, aku dan adik pergi berlibur ke kupang. Kami berdua diantar oleh ibu. Sampai di Kupang, opa dan Oma sangat senang dengan kedatangan kami.
Sebaga anak dari desa kami sangat senang menikmati liburan di kota. Kami berkenalan dengan anak-anak tetangga di situ.
Satu Minggu kemudian ayah dan ibu menyusul kami untuk mengikuti acara adat orang Manggarai yang disebut TEING HANG yang berarti kasih makan leluhur menurut adat Manggarai, karena ibuku orang Manggarai.

Aku melihat seorang bapak memegang seekor ayam putih dan mengucapkan kata-kata yang tidak aku mengerti, setelah itu ayam dibakar dan mengambil bagian dalam perut juga sebutir telur dengan segumpal nasi putih diletakkan di atas piring dan menaruh di depan rumah, setelah mereka percaya bahwa leluhur telah makan, kami pun makan bersama-sama.
Banyak makan yang disajikan. Aku sangat senang melihat hal-hal baru. Keesokan harinya sekeluarga pun pulang kembali, sampai di nefopal kami dihadang oleh banjir besar.
Kami tidak bisa lewat. Sekitar 4 Jam kami menunggu sampai banjir surut. Aku dan Adik merasa lapar. Untungnya Oma mengisi bekal tadi dari rumah. Setela banjir surut Oto yang kami tumpangi bisa lewat, kami tiba di rumah jam 7 malam.





