
Pada suatu hari, Saya, Kakak, dan Bapak pergi memancing di Nifu Natia. Tempatnya ada di belakang rumah tetangga. Kami membawa pancing dan umpan yaitu cacing dan lumut.
Kami berjalan melewati kebun tetangga, lalu kami pun sampai di Nifu Natia. Kami mulai memancing. Kakak saya mendapat ikan lebih dulu. Kakak saya bilang menarik ikan terlalu susah. Saya tidak percaya karena kakak saya biasanya dia suka usil pada saya.

Lalu bapak saya juga mendapat ikan. Saya belum dapat. Beberapa lama kemudian baru saya mendapat ikan.
Saat beberapa jam kami memancing, tiba-tiba Bapak Saya tertusuk mata kail di tangan kiri jari telunjuk. Bapak saya tertusuk karena menarik ikan dan saat melepaskannya ikan itu bergerak jadi ikan itu terlepas tapi jari bapak yang tertusuk mata kail.
Lalu Bapak Saya menyuruh kami pulang semua karena Bapak Saya sudah lemah.
Bapak menyuruh Kakak untuk mengambil air di botol, dan kami pun sudah mendapatkan ikan sebanyak 14 ekor.
Lalu kami pun pulang. Melewati jalan yang kami lewat tadi. Kami pun sampai di rumah. Saya lalu meminta gunting pada Ibu lalu Ibu ku mengambil gunting untuk menggunting tali pancing.
Lalu Bapak pergi ke puskesmas. Tiba-tiba Bapak datang untuk memanggil Ibuku karena Bapak mau disuntik bius di tangan yang tertusuk mata kail.
Aku dan Kakak membersihkan ikan. Kakak bilang dia ingin mandi jadi saya yang sendirian membersihkan ikan. Saya tertusuk duri ikan jadi, saya tunggu Ibu pulang dari puskesmas untuk membersihkan ikan.
Kami menonton TV untuk menunggu Ibu dan Bapak pulang dari puskesmas. Lalu aku memberitahu Ibu kalau aku tadi tertusuk duri ikan.
Ibuku mengulik kunyit dan membuat minyak panas lalu minyak panas dicampurkan dengan kunyit dan ditempel ke tangan Ayah saya yang tetusuk matakail. Dengan tangan saya yang tertusuk duri ikan juga ditempeli kunyit panas.
Lalu ibu saya membersihkan ikan dan menggorengnya. Kami kemudian memakan nasi dengan ikan botok dan nila hasil pancing kami.
Oleh: Dewi Justitia Seffi (kelas 3 di SDN Bonatama)





